Seperti mimpi rasanya bisa ada disini, ada disebelahnya dan terus bisa menemaninya.
Jarak yang dulunya terasa begitu jauh sekarang tak ada lagi.....
Masih seperti mimpi walaupun sudah hampir sebulan disini...
Ya, tanggal 12 nanti tepat sebulan aku disini...
Mungkin bagi orang lain menikah itu hal yang biasa...
Tapi bagiku ini sebuah keajaiban yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya...
Dalam waktu yang terhitung singkat...
Tiba-tiba... BLAZZ...!!! Semua berubah...
hump..... Ya... hidupku yang sekarang berbeda...
Bahkan sangat berbeda...
Perasaan bahagia ini becampur aduk...
Oke.. aku akan menceritakan sedikit tentang proses semua hal ini berubah...
041010
Sebuah keputusan sudah ku ambil dengan segala konsekuensi yang akan aku terima nanti. Perasaan berat untuk meninggalkan semua hal tentangku dan kota ini pun semakin membuat hatiku kuat untuk memilih kalau aku mungkin memang tercipta untuk menjaga hatinya. Shinquw mungkin sekarang juga sedang merasakan hal yang sama denganku, segala pertimbangan sudah dipikirkan. Tapi hati masih saja belum yakin. Aku sangat yakin padanya, mungkin dia juga seperti itu. Tapi rasa takut yang amat besar ini terus saja menghantui, takut akan kehilangan disaat awal pertemuan. Hanya itu yang pasti kita rasakan bersama saat ini.
Menikah dengan orang yang belum pernah bertemu sebelumnya memang hal yang sedang kami berdua alami saat ini. Apa yang akan terjadi tiga hari nanti?. Sungguh tak bisa aku bayangkan, tapi rasa rindu yang kuat ini mendorong rasa inginku bertemu dengannya jadi lebih besar. Bahkan mungkin bisa menghapus rasa takutku.Apa dia juga seperti itu, tapi saat menelponku tadi,dia sempat mengatakan kalau dia belum siap bertemu denganku.
Huuuufffffttttttt......... semoga tiga hari lagi nanti itu akan jadi awal yang indah.
051010
Huft...
Perasaan ku campur aduk sekarang...
Bahagia, takut, sedih, semuanya jadi satu...
Bahagia karna sebentar lagi aku akan terus-terusan bisa bersamanya...
Takut karna, aku nantinya tak seperti yang dia bayangkan...
Dan sedih karna aku sebentar lagi akan meninggalkan seluruh keluargaku disini...
bukan hanya keluarga, tapi semua tentang kota ini...
Kota tempat masa aku kecil mengalir seperti air yang indah...
Kota dimana aku tmbuh menjadi sebesar ini tanpa hambatan apapun...
Kota yang mengajarkan aku tentang semua hal, termasuk kota tempat aku melampiaskan segala amarahku...
Tempat aku melampiaskan semua kesenanganku...
Huft...
Beratnya meninggalkan kota ini...
Kota ini begitu berarti untukku...
Walau tak ada bioskop, mall, atau apalah yang semua ada di kota-kota besar...
Tapi kota ini memang begitu nyaman untukku...
Aku masih belum sanggup meninggalkan kenyamanan kota ini...
Ya... mungkin aku dulu memang pernah dan ingin sekali pergi dari kota ini...
Tapi sekarang aku baru sadar, sebenarnya aku masih belum sanggup...
Oh... Apalagi kalau aku harus meninggalkan kamar ini, walau kamar ini pengap dan kecil...
Dia sangatlah nyaman bagiku...
Bantal-bantal yang kata mamaku bau apek ini, mereka sangat wangi di hidungku...
Guling kesayanganku... Hu...hu...hu... maaf sebentar lagi aku akan meninggalkan kalian semua...
Ya... lima hari lagi aku akan resmi menjadi seorang istri...
Istri dari seseorang yang sama sekali belum pernah aku lihat...
Sungguh aku bingung, sebenarnya ini keajaiban atau keanehan...
Tapi yang jelas, rasa yakin dan mantap ini memang sudah sangat kuat terpatri di hatiku...
Aku tak perduli dengan omongan orang-orang disekelilingku...
Mereka bilang aku terlalu berharap, tak sadar diri, semuanya tak mungkin katanya...
Ya... aku sadar aku memang jelek, sejelek yang mereka katakan...
Tapi aku memang sudah tak perduli lagi dengan semuanya...
Rasa takut untuk bertemu dengannya nanti memang ada...
Tapi aku selarang pasrah, kalau memang nanti dia tak bisa menerimaku saat melihatku nanti...
Ya sudah... aku tak apa...
Karna aku percaya cinta tak segampang itu datang dan pergi, cinta bisa mengubah segalanya jadi indah...
Aku yakin itu....
061010
Masih seperti kemarin...
Perasaan yang aku rasakan masih sama seperti kemarin...
Masih seperti es campur...
Shinquw juga semakin jarang menghubungiku...
Perasaan takut pun melanda...
Ntah apa saja yang ada di pikiranku sekarang...
Semua yang terpikirkan pun hanya hal yang buruk-buruk saja...
Huft...
Walaupun aku mencoba berpikir yang macam-macam...
Tetap saja pikiran itu muncul...
Aku takut....
Aku benar-benar takut sekarang...
Apa ini yang namanya godaan menjelang pernikahan...
Besok aku harus menjemputnya di bandara...
Badanku seperti tiba-tiba lemas...
Hatiku sudah siap, tapi badanku seperti tak siap untuk bertemu dengannya...
Awalnya aku tak di perbolehakn untuk ikut menjemputnya...
Kecewa rasanya... Tapi inilah Aceh, adat adalah segalanya...
Aku sudah berkeras ingin ikut...
Tapi adikku tetap berkeras kalau aku tak boleh ikut...
Mama sudah mengijinkan aku ikut padahal, tapi goyah lagi karna kata-kata adiku...
Ya Allah... apalagi ini... cobaannya begitu aneh...
Shinquw juga kecewa saat mamaku bilang padanya kalau aku tak boleh ikut saat menjemputnya nanti...
Huft....
Tapi akhirnya, dengan segala upaya, aku bisa meyakinkan mama dan akhirnya aku di ijinkan ikut ke bandara nanti...
Tapi... tapi... tapi...
Aku masi takut...
Ya ampun, cepatnya waktu berlalu...
Tiba-tiba saja semuanya jadi nyata...
Ya Allah... aku pasrah padamu...
Yang akan terjadi besok terjadilah...
07 10 10
Ya Allah...
Hari ini akhirnya aku harus menjemputnya di bandara...
Ya Allah... Aku belum sanggup...
Walaupun daritadi aku mencoba biasa saja di depan mamaku...
Tapi hati ini rasanya takut sekali...
Detak jantungku pun rasanya tak terkontrol...
Dan ternyata...
Bukan hanya aku yang kepikiran saat ini...
Mamaku juga daritadi kelihatan panik sekali...
Terang saja...
Dari semalam dia terus saja membicarakan bagaimana nanti saat aku bertemu dengannya di bandara...
Sementara aku tak mau membicarakan soal itu...
Karna apa... Aku tak mau merencanakan hal yang macam-macam...
Takutnya malah jadi sebaliknya...
Tapi mamaku masih saja mengoceh tak karuan...
Dia memang tak tau kalau aku sebenarnya panik sekali saat ini...
Sampai-sampai badanku rasanya sakit semua sekarang...
" Kamu sms dong... Pake baju apa besok... Jadi kan dia gampang ngenalinnya nanti..." Kata mama heboh...
" Gak mau ah... " Jawabku.
" Ya udah klo ngga.. tanyain dia besok pake baju apa..." Kata mamaku lagi...
" Ga perlu ma... Biar aku ngeliatnya nanti pak hati..." Kataku...
Huft... Dasar emak-emak, bawaannya panikan mulu...
Besoknya...
Subuh-subuh mama sudah heboh lagi...
Padahal shinquw sampai ke kota ini juga nanti...
Jam 1 siang atau jam 12 siang nanti...
Tapi mama sudah heboh dari subuh...
Ya ampun... Dia panik sekali kelihatannya...
Padahal Shinquw juga masih belum berangkat...
Mama semakin panik saat tau kalau sepupuku belum mengurus mobil jemputan...
Ya ampun... Kali ini aku juga jadi ikut-ikutan panik...
Dasar sepupu lelet...
Huft...
Sekarang aku, mama dan adekku satusatunya ini sedang dalam perjalanan menuju bandara...
Ya ampun... Wajahku memang kelihatan biasa saja...
Tapi kondisi badanku ini sepertinya kaget...
Aku jadi mual-mual di perjalanan...
Tak biasanya aku seperti ini...
Yang anehnya... bukan hanya aku yang jadi seperti ini...
Mama dan adekku juga jadi ikut-ikutan mual...
Ya ampun... Tadinya aku berpikir apa ini yang katanya penghalang kalau menentang adat-istiadat...
Tapi keyakinanku mematahkan semua pikiran buruk itu...
Tiga jam perjalanan akhirnya kami sampai di kota Medan...
Ya maklum... Di kotaku memang tak ada bandara...
Jadi ya beginilah... untuk menjemputnya saja, kami semua harus keluar kota dulu...
Karna kita semua tadi muntah-muntah di perjalanan...
Mama memutuskan untuk istirahat makan dulu di restoran padang sederhana...
Lagi pula masih ada sisa waktu dua jam lagi menunggunya sampai di Medan...
Aku berusaha menetralkan kondisi badanku disini...
Ku minum segelas teh hangat dan makan secukupnya...
Tapi tetap perut ini masih mual rasanya...
Aku harus bagaimana sekarang...
Rasanya ingin pulang ke rumah dan tiduran di kamar ternyamanku...
Dua jam berlalu...
Perjalanan ke bandara serasa makin mendebarkan...
Aku menggenggam tanganku kuat-kuat...
Yah, tanganku serasa dingin sekali...
Ya Allah... Apa yang terjadi nanti terjadilah...
Aku semakin pasrah sekarang...
Aku tak berani melihat muka mama sekarang...
Karna aku tak mau mama melihat wajah panikku...
Bisa-bisa dia jadi ikut-ikutan panik nanti...
Tak lama tiba di bandara...
Shinquw mengirim sms untukku...
Katanya dia sudah sampai...
Huft...
Jantungku tak mau diajak santai sedikit...
Dia berdetak kencang sekali...
Rasanya seperti melompat keluar...
Ya ampun... panikku ku pun tak bisa di tutup2i lagi sekarang...
Kata mama wajahku pucat sekali...
Aduh bagaimana...
Henponku berdering lagi...
Tapi kali ini telpon...
Yah... dia menelpon, pasti dia juga bingung karna aku tak membalas smsnya...
Ya ampun aku semakin panik...
Ku angkat telpon itu...
Tapi apa yang terjadi?
Panikku sirna seketika saat aku mendengar suara sejuknya...
Syukurah... Allah mengerti keadaanku yang tak bisa terus-terusan di buat jantungan...
Karna aku memang punya penyakit jantung yang lumayan parah...
Mamaku yang sekarang malah jadi makin panik...
Heboh menyuruhku ini itu...
Adekku juga jadi ikut-ikutan...
Aduh... Please ade mama....
Udah dong... jangan panik kaya gini...
Di tengah-tengah kepanikan mereka berdua...
Tiba-tiba aku melihat seseorang berjalan ke arah pintu keluar...
Gondrong, bertopi, kemejanya...
Ya ampun... itu shinquw...
Kaki lemas di buatnya...
Dia bolak-balik lewat dan mungkin sudah melihatku...
Tapi dia malah pura-pura tak melihatku...
Mama daritadi heboh menyuruhku melambai ke arahnya...
Tapi aku tak mau...
Sampai akhirnya adekku yang nekat melambai kearahnya...
Oh My god... itu benar-benar dia...
Sekarang dia berjalan ke arahku...
Dengan hati yang penuh rasa campur aduk...
Aku juga memberanikan diri berjalan menghampirinya...
Dan sekarang dia tepat ada didepanku...
Langsung kujabat tangannya...
Dingin sekali... Ku cium tangannya seperti janjiku...
Seperti mimpi rasanya... Dia sekarang ada didepanku...
Yang biasanya ada di pulau yang berbeda denganku...
Kini dia ada disini...
Di depanku...
Ya ampun... Tapi ini bukan mimpi...
Ini nyata...
Dan mungkin, InsyaAllah... sebentar lagi dia akan menikahiku...
Saat menggenggam tangannya tadi, hatiku serasa damai sekali...
Akhirnya yang selama ini aku impikan terwujud...
Bisa menggenggam tangannya...
Orang tua kami bertemu...
Makan siang bersama setelah sebelumnya mengunjungi saudaranya dirumah sakit...
Grogi sekali rasanya berada disampingnya...
Aku belum berani memandang wajahnya...
Sebenarnya daritadi aku ingin sekali memeluknya...
Huft... Tapi mana mungkin...
Ini semua ajaib...
Bayangkan... dua orang yang belum pernah bertemu samasekali sebelumnya...
Dua hari lagi akan segera menikah...
Dan hari inilah awal pertemuan kami berdua...
Walaupun sebelumnya kita sudah sering berkomunikasi via seluler...
Tapi apa cukup...
Mungkin inilah yang namanya keajaiban cinta...
Aku yakin dia lah jodoh terbaik untukku dari Allah yang maha besar...
Di perjalanan...
Awalnya aku banyak diam...
Kata pertama yang aku tanyakan untuknya tadi di bandara adalah...
" Gimana? Shinnya nyesal kan? "
Pertanyaan yang memang setiap hari jadi pembahasan kita berdua saat tak bertemu dulu...
Ya... aku ingin tau, dia menyesal tidak setelah melihat aku...
Katanya sih ngga...
Ya mudah-mudahan memang benar begitu...
Kahirnya kita mulai bisa membiasakan diri untuk berdekatan...
Dia terus-terusan menggenggam tanganku...
Jantungku pun tak mau berhenti berdetak...
Sungguh aku bahagia sekali saat ini...
Orang yang aku tunggu-tunggu akhirnya kini benar-benar datang menjemputku...
Sekarang aku bisa memegang wajahnya nyata, menyentuh rambutnya nyata, menggenggam tangannya nyata, dan menciumnya nyata...
Ya Allah... Aku bersyukur sekali untuk nikmat yang kau berikan saat ini...
Aku tak mau hari ini cepat berakhir begitu saja...
Aku masih ingin melewati hari ini hanya berdua dengannya...
Aku masi ingin terus bersamanya....
Terima kasih untuk semua keajaiban ini ya Allah...
Allahuakbar...
081010
" Pengantin baru itu harus di pingit... Jadi ngga boleh ketemu dulu sampai hari H..." Itu kata orang-orang di sekelilingku saat ini...
Tapi peraturan itu tak berlaku untuk kami berdua...
Mamaku akhirnya menghilangkan semua peraturan itu...
Alasannya karna aku dan dia baru kali ini bertemu...
Jadi harus ada pengenalan satu sama lain...
Intinya... kami berdua pengantin yang paling istimewa tapi aneh...
Melihat kami yang terus-terusan berdua...
Akhirnya orang-orang yang ada di sekitar tempat tinggalku punya gosip baru...
Tapi biarlah... aku tak perduli...
Yang penting aku bisa berdua terus dengannya...
Hump...
Ga mau di pisahin lagi rasanya...
Aku jadi makin sayang sama dia...
Itu juga yang aku rasain dari matanya kemarin...
Sayang....
Aku makin sayang banget banget banget banget....
091010
Nanti malam akhirnya kita berdua menikah...
Aku ingin semuanya lancar-lancar saja...
Tapi omongan semua orang semakin aneh-aneh tentang kami berdua...
Huft... aku tak perduli...
Karna apa?
Semakin banyak omongan buruk-buruk tentang aku...
Semakin banyak juga pahala untukku...
Hum... Ayo... puas-puasin ngomongin aku selagi aku masih disini...
Yang penting... Semuanya akan berubah nanti...
Aku tak perduli lagi sekarang...
Terserah orang mau bilang apa tenatang kami berdua...
Yang penting tak seorangpun yang bisa menghalangi niat baik kami berdua nanti malam...
Ya kan...
Ya Allah... permudahkanlah jalannya nanti...
Hump...
Jantungku semakin tak karuan menjelang detik-detik pernikahan kami berdua..
Ya ampun... untung sahabatku datang dan hatiku mulai agak tenang sekarang...
Makasih sayang... udah mau datang jadi penyelamat aku malam ini...
Proses pernikahan berjalan lancar...
Perasaan sdih mulai menghantui aku...
Sedih karna sebentar lagi akan pergi meninggalkan mama dan semua anggota keluarga lainnya...
Huft... Air mata ini sedikit menetes...
Senang juga sekarang sudah sah menjadi istrinya...
Aku semakin sayang kamu shinquw...
101010
Hari ini resepsi pernikahan aku dan dia...
Setelah semuanya berjalan lancar semalam...
Hari inilah puncak acaranya...
Lucu sekali rasanya melihat dia menjalani adat istiadat yang dia belum pernah tau sebelumnya....
Melihat dia memakai baju adat daerahku...
Hum... Ganteng juga...
Senang sekali melihat wajah kedua orang tuaku yang tampak puas sekali..
Tak terbayangkan akan meninggalkan mereka semua nanti...
Tapi ya sudahlah....
Hari ini saatnya kita semua menikmati suasana meriah ini...
Orang-orang sekampung sepertinya ikut bahagia melihat kami berdua...
Semuanya terasa spesial...
Kami berdua jadi pusat perhatian...
Dua pengantin muda yang masih belingsatan...
Tak bisa diam saat duduk berdampingan di pelaminan...
Ingin sekali mencubit pipinya yang daritadi tak bisa duduk diam disampingku ini...
Tapi aku semakin cinta padanya...
Inilah sekilas kisah keajaibann tentang aku dan dia....
Semoga kisahku ini bisa jadi sedikit inspirasi buat kalian semua yah....